“PELATIHAN PIJAT BAYI BAGI KADER POSYANDU BALITA” SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT OLEH DOSEN DAN MAHASISWA UNIVERSITAS AUFA ROYHAN DI PUSKESMAS LABUHAN RASOKI KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA

0
1565

Padangsidimpuan, Sumtengpos – Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 66 Tahun 2014, menyebutkan bahwa pemantauan pertumbuhan, perkembangan dan gangguan tumbuh kembang anak harus diselenggarakan secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan stimulasi yang memadai, deteksi dini dan intervensi dini salah satunya adalah dengan pijat bayi.

Perkembangan dan pertumbuhan bayi akan optimal jika adanya interaksi antara genetik, tingkah laku, lingkungan dan rangsangan yang berguna.

Stimulasi atau rangsangan bisa dilakukan melalui pemijatan yang berguna untuk merangsang semua kerja sistem sensorik dan motorik. Pemijatan juga akan meningkatkan produksi enzim dan hormon pertumbuhan pada sel dan jaringan sehingga mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi.

Permasalahan pada gangguan pertumbuhan (Growth Faltering) pada anak di Indonesia sudah dialami sejak usia 1 sampai 6 bulan, sehingga perlu adanya upaya dalam menanggulangi gangguan pertumbuhan yang dapat menghambat kenaikan berat badan bayi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sinergi dari banyak sektor, yaitu sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Petugas kesehatan harus memiliki pengetahuan yang baik tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi balita serta terampil dalam memberikan pelayanan kebidanan termasuk pijat bayi sebagai salah satu upaya dalam menstimulasi perkembangan dan pertumbuhan bayi.

Selain petugas kesehatan, kader posyandu yang merupakan perpanjangan tangan dari petugas kesehatan di pusat pelayanan kesehatan juga harus memahami tentang tumbuh kembang bayi balita dan beberapa upaya terkait pengoptimalan tumbuh kembang bayi termasuk pelayanan pijat bayi.

Perguruan Tinggi merupakan institusi yang berkewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Hadirnya perguruan tinggi di tengah- tengah masyarakat hendaknya memberi dampak positif bagi masyarakat.

Sebagai wujud dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat berbentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Puskesmas Labuhan Rasoki Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara dengan tema kegiatan “Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Balita”. Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh Ibu Sri Sartika Sari Dewi, SST, M.Keb salah satu dosen dari Prodi Ilmu Kebidanan dan Ibu Arinil Hidayah, SKM, M.Kes dari Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Pelatihan diberikan kepada kader posyandu balita di Puskesmas Labuhan Rasoki yang berjumlah 35 orang dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui pendidikan kesehatan, pelatihan dan pendampingan pijat bayi.

Pelaksanaan PKM diawali dengan koordinasi dengan petugas KIA untuk menghubungi ketua kader dan anggotanya yang akan menjadi peserta kegiatan. Rangkaian kegiatan dimulai dari tanggal 18 Maret 2019 dan berakhir di tanggal 03 Juli 2019.

Kegiatan dilaksanakan dalam 3 tahap, dimulai dengan tahap pertama yaitu memberikan pendidikan kesehatan, tahap kedua pelatihan pijat bayi, dan tahap ketiga pendampingan pijat bayi.
Selama pelaksanaan kegiatan peserta selalu antusias dan bersemangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Terlihat dari respon peserta dalam memberikan pertanyaan dan tanggapan positif terkait kegiatan yang sedang berlangsung. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang dilakukan setelah semua rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, terjadi peningkatan yang signifikan antara pengetahuan kader posyandu balita sebelum dan setelah dilaksanakan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi, serta peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pijat bayi.

Pelatihan Pijat Bayi bagi Kader Posyandu Balita yang telah dilaksanakan merupakan langkah awal untuk mengaktifkan kader dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi balita secara optimal khususnya di wilayah kerja Puskesmas Labuhan Rasoki.

Pihak Puskesmas Labuhan Rasoki selalu terlibat aktif dalam pelaksanaan, sebagai wujud apresiasi Puskesmas Labuhan Rasoki juga memberikan komitmen untuk meneruskan kegiatan ini setelah program PKM berakhir. Pelatihan pijat bayi bagi kader posyandu balita ini diharapkan mampu untuk menjadi pionir pelaksanaan program-program selanjutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here