Padangsidimpuan, Sumtengpos- Polres Padangsidimpuan dan Masyarakat kota salak berduka atas meninggalnya salah satu personel Aiptu Jerry Thamrin J. Butar-Butar, yang wafat saat menjalankan tugas mulia dalam pengamanan objek wisata (taman bermain anak) pada Operasi Ketupat Toba 2026 di pusat Kota Padangsidimpuan, pada bulan Ramadan lalu.
Rasa duka mendalam juga disampaikan Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H., saat menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Tapanuli Bagian Selatan di Mapolres Padangsidimpuan, Rabu (25/3/2026).
Dalam suasana silaturahmi tersebut, Kapolres kembali menyampaikan belasungkawa, meskipun sebelumnya telah melayat ke rumah duka yang beralamat di Asrama Polisi Sitataring, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.
Pada kesempatan itu, Kapolres juga memaparkan kronologi meninggalnya almarhum. Pada Rabu, 18 Maret 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, almarhum melaksanakan tugas pengamanan objek wisata (tempat bermain anak) dalam rangka pencegahan kerawanan selama Operasi Ketupat Toba 2026 di Plaza Anugrah Sidimpuan, Jalan Sudirman, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Sekitar pukul 22.00 WIB, almarhum selesai bertugas dalam kondisi sesak napas dan kembali ke kediamannya di Asrama Polisi Sitataring. Pada Kamis, 19 Maret 2026, pukul 00.05 WIB, almarhum tiba-tiba tidak sadarkan diri saat didampingi istrinya.
Selanjutnya, pukul 00.30 WIB, almarhum dibawa ke RS Metamedika Padangsidimpuan dan langsung mendapat penanganan di ruang IGD. Petugas medis memberikan tindakan berupa oksigen, infus, pemeriksaan foto thorax, EKG, serta pemberian obat.
Namun, pada pukul 02.00 WIB, almarhum dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka pada pukul 05.15 WIB.
Kapolres menambahkan, almarhum merupakan sosok Bhayangkara yang disiplin, rajin, rendah hati, serta dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan, baik anak-anak hingga orang tua.
Sementara Praktisi Hukum Adv Taruna Abadi Lubis SH Selaku Warga Padangsidimpuan menilai cukup layak untuk diberikan medali dan hadiah dari Presiden Prabowo atau Mabes Polri dan Kepala Kepolian RI sebagai pahlawan dan memperhatikan keluarga dan anaknya untuk di angkat Menjadi Anggota Polri atau lainnya.
Taruna AL selaiku Sekjen JMSI tabagsel menganggap hal ini sebagai balasan pengabdian yang layak kepada keluarga, dan contoh kepada personil lainnya karena gugur dalam bertugas yang mulia dan pengabdian kepada bangsa.



















