Tapanuli Selatan, Sumtengpos – Lapangan tembak bukan hanya ruang untuk menguji ketepatan bidikan namun di balik suara letusan dan sasaran yang dibidik, ada pesan yang lebih dalam yakni seorang aparat harus mampu mengendalikan diri sebelum menggunakan kewenangan.
Pesan itu mengemuka dalam Kejuaraan Menembak Kapolres Tapsel Cup yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Mako Yon C Brimobda Sumut, Senin, (15/6/2026).
Bagi Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., perlombaan menembak tidak boleh dilihat sebatas kompetisi untuk menentukan siapa yang paling tepat mengenai sasaran.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan karakter personel Polri, terutama dalam hal disiplin, ketenangan, konsentrasi, keselamatan, dan tanggung jawab.
“Menembak mengajarkan satu hal penting yaitu sebelum peluru diarahkan ke sasaran, seorang anggota harus lebih dulu mengendalikan dirinya. Bukan hanya tepat membidik, tetapi tahu kapan harus bertindak, kapan harus menahan diri, dan bagaimana setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujar AKBP Yon Edi Winara saat membuka kejuaraan tersebut.
Kapolres juga menegaskan, kemampuan teknis personel kepolisian harus selalu berjalan seiring dengan kematangan sikap.
Menurutnya, senjata api bukan simbol kekuasaan, melainkan amanah yang melekat pada tugas menjaga keamanan masyarakat.
“Karena itu, latihan dan perlombaan seperti ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap kewenangan harus digunakan secara terukur dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80, lanjut Kapolres, menjadi pengingat bahwa Polri harus terus memperkuat kepercayaan publik.
Kepercayaan itu tidak hanya dibangun melalui pelayanan di kantor polisi atau kehadiran di tengah masyarakat, tetapi juga melalui pembinaan internal yang serius terhadap perilaku, kemampuan, dan integritas personel.
“Masyarakat membutuhkan Polri yang hadir dengan ketegasan, tetapi tetap humanis yakni tegas bukan berarti keras dan humanis bukan berarti lemah. Kita harus mampu berdiri di tengah,” katanya dengan penuh semangat.
Terakhir, AKBP Yon Edi Winara berharap, Kejuaraan Menembak Kapolres Tapsel Cup dapat menjadi tradisi positif dalam pembinaan personel.
“Sasaran dalam lomba ini memang berada di papan tembak, tetapi sasaran terbesar kita sebagai anggota Polri adalah bagaimana menjaga rasa aman masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danyon C Brimobda Sumut Kompol Zaenal Muhlisin, Wakapolres Tapanuli Selatan Kompol Amin Muslim, S.E., Kabag Ops AKP Jasama Sidabutar, Kabag SDM AKP Muallim Harahap, Kabag Log Kompol Tongan Siregar, para Kasat Polres Tapanuli Selatan, personel Polres Tapsel, serta personel Brimob Yon C Sumut.
















