UPTD BMCK Gunungtua, Pembangunan Kawasan Jalan Sipiongot Berjalan Baik, Sesuai Rencana

Paluta, Sumtengpos- Pembangunan jalan yang menghubungkan wilayah Sipiongot dan sekitarnya (seperti jalan Provinsi ruas Sipiongot – Bts Labuhan batu) merupakan bagian dari proyek infrastruktur strategis daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Proyek perbaikan dan pembukaan akses ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang secara langsung ditinjau dan didorong percepatannya guna membuka keterisolasian dan memperlancar mobilitas warga di pelosok daerah.

Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala UPTD BMCK Gunungtua Ir. Hasian N. Dasopang,ST.,M.AP didampingi kepala seksi Tua S. Hasibuan saat diruang kerjanya,mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting.

“Dalam persiapan pembangunan peningkatan struktur jalan Provinsi pada ruas Sipiongot–Batas Labuhanbatu di Kabupaten Paluta
ditargetkan selesai sesuai rencana tepat waktu dengan standar mutu yang tinggi dan berkualitas agar segera memperlancar konektivitas antar daerah (20/07/26).

Pelaksanaan lapangan Kita terus mengejar target tepat waktu berkualitas,progres Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur tahun 2026 terus didorong agar berjalan sesuai target, Progres proyek pembangunan fisik sedang dikerjakan yang berjalan sudah mencapai dua pulu hingga lima puluh persen (20% – 50%) di beberapa titik.

Dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait guna memastikan kesesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan dokumen perencanaan yang telah disusun sebelumnya.

Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus dalam kegiatan tersebut, mulai dari verifikasi trase jalan, pengukuran lebar efektif badan jalan, pengecekan elevasi, kondisi tanah dasar, hingga identifikasi titik-titik kritis yang berpotensi membutuhkan penanganan khusus dalam pekerjaan peningkatan struktur jalan nantinya.

“Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat melihat langsung kondisi riil di lapangan sehingga metode penanganan yang diterapkan nantinya benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.

Hasian N. Dasopang menilai proses tersebut sangat penting untuk meminimalisir potensi deviasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan guna menghindari kesalahan interpretasi terhadap dokumen maupun gambar perencanaan.

“Dengan adanya penyamaan persepsi sejak awal, maka setiap tahapan pekerjaan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” ujarnya.

“Kolaborasi dan koordinasi yang baik antar unsur pelaksana menjadi kunci agar pembangunan jalan ini dapat berjalan efektif, berkualitas, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.(Baginda hrp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini