Smartabe Connect #3 Peran Monitoring lingkungan Lestarikan Ekosistem Batangtoru

Padangsidimpuan, Sumtengpos- PT Agincourt Resources Selaku Pengelola Tambang Emas Martabe, membuktikan kepedulian terhadap lingkungan dan Lestarikan Ekosistem Batangtoru melaksanakan Smartabe Connect #3 Minimax Coffe di Kota Padangsidimpuan Sabtu 8/8/2026.

PT Agincourt Resources melalui Reni Radhan membuat acara menjadi lengkap dengan membuka acara dengan perkenalan semangat perjuangan “ terima kasih kepada insan pers yang setia sudah mendukung, sehingga operational berjalan normal, dari sini kita bisa melihat yang mana kawan sesungguhnya” mendapat standing applause berkali-kali dari para peserta.

Reni Radhan mengatakan Martabe Connect # 3, kawan- kawan media bisa bertanya langsung kepada narasumber yang sudah kami hadirkan yaitu Syaiful Anwar Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources.

Selanjutnya Parman Sitanggang, Tim Patrol Area Preservasi dan Operasi, Yusuf Tim Stasiun Riset, Abdi Paruntungan, Tim Patrol Area Preservasi, Dr. Suci utami, Ilmuwan biodiversitas dari Universitas Nasional di Jakarta sekaligus BAP PT Agincourt Resources.

Membuat peserta makin semangat, ternyata akan ada pemenang tiga penulis terbaik di bulan September 2026 , yang mengirimkan berita dan link akan dinilai juri dari perwakilan media nasional dan PT Agincourt Resources .

Sambutan pengumuman dan kompetisi jurnalistik juga mendapat penyemangat bagi kawan-kawan jurnalis mengikuti smartabe Connect # 3 ini.

Sementara Syaiful Anwar, Manager Biodiversity & Environmental Strategic Development PT Agincourt Resources mengatakan “ saat ini mereka fokus perbaikan dan tahun ini tambang emas Martabe hanya produksi 60 ons yang seharusnya 200 ons kata Manager yang sudah membaur dengan para wartawan ini.

Terus bentuk peduli pengelolaan keanekaragaman hayati mengatakan Biodiversity advisor panel ada 6 orang kampus yang terlibat.

Selanjutnya Dr Suci Utami Atmoko mengatakan “ Daerah APL yaitu dibawah 175 -500 APL kita memilih station riset tentang orang hutan tapanuli masih minim daerah yang tinggi , di mana harusnya dataran rendah yang suka orang utan tersebut.

Kemudian daerah riset tapir, harimau Sumatra, kambing hutan, kukang, ada ditemukan disana, untuk riset dari kami terus lakukan walaupun masih dalam bencana kemarin kata Dr Suci.

“Penelitian kami dari mahasiswa, berbagai universitas nasional dan salah satu mahasiswa Padangsidimpuan juga ada yang ikut yaitu dari universitas Sriwijaya, bernama Sarah Nasution katanya akan menjadi ahli Orang hutan Tapanuli kedepannya.

Selanjutnya Dr Suci Utami menjelaskan secara detail Lokasi station riset ini adalah hutan sekunder, mengatakan lokasi disana fokus kepada orang hutan tapanuli, termasuk primata pasca bencana, kita ingin tahu bagaimana mereka berdapat asi dengan hutan pasca bencana tersebut.

Akhir acara narasumber lokal Parman Sitanggang selaku Tim Patrol Area Preservasi dan Operasi, Yusuf dari Tim Stasiun Riset, Abdi Paruntungan dari Tim Patrol Area Preservasi menceritakan suka duka yang terjun langsung kelapangan bertemu binatang buas dan para penjaga habitat hewan dilindungi. Taruna

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini