Pulihkan 500-an Mata Katarak di Tapanuli Selatan,Agincourt Resources Siap Gelar Operasi Katarak Gratis di Medan  

Batangtoru, Sumtengpos- PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, berhasil menggelar empat kali operasi katarak gratis di Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Sejumlah 524 mata katarak berhasil disembuhkan, mereka berasal dari berbagai wilayah sekitar areal tambang, Tapanuli Selatan. Setelah menyelesaikan operasi di Batangtoru, PTAR siap melanjutkan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” di Rumah Sakit (RS) Khusus Mata Mencirim 77, Medan, Sumatra Utara dengan jadwal operasi pada 22 Oktober, 12 November, dan 23 November 2022.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan antusiasme masyarakat begitu besar mengikuti rangkaian operasi katarak gratis PTAR di RS Bhayangkara, Batangtoru 16/10/2022.

Ini terbukti dari jumlah mata yang dioperasi mencapai hampir dua kali lipat dari target awal 300 mata, dengan pasien termuda berusia 28 tahun dan tertua berusia 92 tahun.

Tingginya animo masyarakat sudah terlihat dari putaran perdana pada 14 September dan putaran kedua pada 24 September 2022. Dari dua putaran operasi itu saja, total mata yang dioperasi sudah mencapai 255 mata. Memasuki Oktober, jumlah pasien yang mendaftar nyaris sama banyaknya dengan dua putaran awal. Alhasil, jadwal operasi di Oktober yang seharusnya sekali saja dibuat menjadi dua kali, yakni 14 dan 15 Oktober 2022.

Ternyata tidak hanya masyarakat sekitar wilayah operasional tambang yang merasakan manfaat dari operasi katarak ini, masyarakat dari kabupaten dan pulau lain juga memetik faedahnya. Para pasien tercatat berasal dari berbagai kecamatan di Tapanuli Selatan, juga ada yang datang dari Kota Padangsidempuan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, bahkan ada pula pasien yang berasal dari Kepulauan Nias.

“Kami senang bisa membantu banyak sekali penderita katarak yang berasal dari keluarga pra-sejahtera dan kesulitan mengakses layanan kesehatan atau operasi, baik di sekitar wilayah tambang maupun kabupaten lain. Walaupun jumlah pasien melampaui target awal, kami tetap terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan menerapkan prosedur yang tepat. Kami ucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh pasien yang telah berhasil menjalani operasi katarak sehingga dapat melihat dengan jelas dan kembali mandiri. Tetap ikuti anjuran dokter selama pemulihan pasca-operasi,” ujar Katarina.

PTAR tahun ini menggandeng RS Khusus Mata Mencirim 77 Medan yang sudah melakukan operasi katarak selama 17 tahun dengan dokter-dokter spesialis mata yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

“Kami siap menggelar operasi katarak gratis di Medan bagi penderita katarak yang berasal dari keluarga pra-sejahtera. Jangan tunda lihat indahnya dunia, mari manfaatkan kesempatan baik ini untuk memulihkan penglihatan anda sendiri, keluarga, kerabat dan kenalan anda,” ajak Katarina.

Sebelum menjalani operasi, penderita katarak diharuskan memeriksakan matanya lebih dulu untuk memastikan layak tidaknya dioperasi. Pemeriksaan mata di RS Khusus Mata Mencirim 77 Medan sudah dibuka dengan jadwal Senin hingga Jumat pukul 09.00-12.00 WIB

Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menambahkan operasi katarak yang diadakan PTAR merupakan salah satu kontribusi perusahaaan dalam menurunkan prevalensi buta katarak di Sumatra Utara, juga Indonesia.

Hasil Survei Kebutaan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014–2016 oleh Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan di 15 provinsi dengan sasaran populasi usia 50 tahun ke atas menunjukkan bahwa prevalensi kebutaan di lndonesia mencapai 3%, dan penyebab utama kebutaan dan gangguan penglihatan adalah katarak yang tidak dioperasi. Spesifik di Sumatra Utara, hampir 80% kebutaan disebabkan katarak yang tidak dioperasi.

“Masalah katarak di Indonesia, khususnya Sumatra Utara, begitu mendesak untuk dituntaskan. Kami ingin berperan dalam menuntaskan masalah buta katarak ini, dengan cara mengadakan operasi katarak gratis, sebagai salah satu pilar program pengembangan masyarakat di bidang kesehatan.

Selain itu, Manajemen PTAR menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan pihak RS Bhayangkara sebagai tempat penyelenggaraan operasi katarak gratis di Batangtoru, demikian juga Forkompimda Tapanuli Selatan yang mendukung program ini sehingga dapat berjalan dengan lancar,” kata Christine.

PTAR meyakini operasi katarak ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan kepada para penerima manfaat dan keluarga serta lingkungan masyarakat di sekitarnya. Saat menderita katarak seseorang dapat kehilangan produktivitasnya dan menambah beban ekonomi keluarga.

Namun, setelah menjalani operasi dan penglihatannya kembali jelas, orang tersebut bisa produktif lagi, berkegiatan secara mandiri, mobilitas meningkat, berelasi sosial dan berkontribusi kepada komunitasnya, serta sejahtera dan sehat secara emosional.

Gahban Lubis (55 tahun), guru di sebuah sekolah dasar di Lubuk Kapundung, Kabupaten Mandailing Natal, mengaku lebih bersemangat mengajar setelah menjalani operasi katarak. Bila tadinya ia tidak leluasa mengajar di luar ruang karena pandangan pada mata kirinya kabur, pasca-operasi ia berniat bisa mengajar di luar ruang.

“Sewaktu katarak selama 3 tahun ini saya biasa mengajar di dalam kelas, sedangkan di luar kelas ada teman yang membantu saya. Setelah penglihatan saya normal lagi, saya bisa lebih mengawasi murid-murid dan mengajar di luar kelas,” kata Gahban.

Pandangannya yang sebentar lagi normal setelah operasi pun akan memudahkannya menjalani masa pensiun beberapa tahun mendatang.

“Alhamdulillah, saya bisa mengikuti operasi katarak gratis ini. Bisa mengajar murid-murid lebih baik lagi, dan nanti ketika pensiun saya bisa berkebun. Terima kasih Tambang Emas Martabe,” tutur Gahban.

Dokter spesialis mata, dr. Jusni Saragih, Sp.M, yang turut melaksanakan operasi di RS Bhayangkara, Batangtoru, juga mengapresiasi komitmen PTAR menggelar operasi katarak gratis dengan menjaring pasien dari daerah-daerah terpencil dan kantong-kantong masyarakat yang membutuhkan.

Operasi katarak ini, menurutnya, menjawab kebutuhan warga. Sebab, sebagian warga penderita katarak membiarkan matanya tidak dioperasi karena berbagai faktor, antara lain kesulitan biaya untuk menjalani operasi, area tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, dan minimnya kesadaran warga terhadap kesehatan mata.

“Katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Dan operasi katarak yang diadakan PTAR ini dapat menuntaskan berbagai kendala di masyarakat. Saya berharap ini bukan terakhir kalinya PTAR mengadakan operasi katarak gratis, tetapi terus-menerus, karena kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat,” ujar Jusni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here