Tambang Emas Martabe Gerakkan Ekonomi Lokal

Batangtoru, Sumtengpos – Tambang Emas Martabe menggerakkan ekonomi lokal diapresiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Padangsidempuan.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Padangsidimpuan, Tua Alpaolo Harahap, menyampaikan tanggapan tersebut kepada Sumtengpos via Whatshapp saat Diklatda Himpi Sumut di Deliserdang, 23/7/2022.

Advokat yang akrab disapa bang Alfa itu menyampaikan tanggapannya soal bentuk konkret dampak langsung Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Tabagsel.

Menurutnya, PTAR sudah melakukan banyak program pemberdayaan masyarakat lokal. Terbukti dari banyaknya tenaga kerja PTAR dan kontraktor PTAR yang berasal dari lingkar tambang, bahkan dari kota Padangsidimpuan.

Apresiasi bang Alfa senada dengan komitmen PTAR. PTAR berkomitmen untuk menciptakan operasi yang aman dan efisien, meminimalkan dampak lingkungan, dan memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan lokal selama ini.

Salah satu strategi utama PTAR adalah mempekerjakan karyawan lokal untuk memastikan bahwa masyarakat setempat mendapat manfaat langsung dari operasi Tambang Emas Martabe.
Hingga akhir 2021, hampir 73,92% karyawan Tambang Emas Martabe adalah masyarakat lokal, melebihi target 70% yang ditetapkan dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Sumtengpos juga sempat berbincang santai dan akrab via telepon selama 35 menit dengan salah satu karyawan Tambang Emas Martabe, yakni Dedy Bugis, yang sudah bekerja di PTAR selama 5 tahun.

Ia tidak asing lagi di mata masyarakat. Warga lokal yang berdomisili di Gang Rahmat, Aek Pining, ini dikenal ramah dan mudah senyum. Dedy Bugis sering menjamu tim media bila meliput dan berkunjung ke areal Martabe.

Begitu juga sebaliknya, tim media dan masyarakat sekitar selalu memujinya ramah, rendah hati, dan peduli pada lingkungan sekitar.
Saat ini Dedy Bugis diberi amanah memegang posisi Senior Supervisor – Campaign & Event Management Corporate Communications.

Komitmennya adalah bekerja baik dan maksimal bagi perusahaan. Sebelum bergabung di PTAR pada 2017, ia bekerja sebagai manajer pemasaran dan marketing di salah satu perusahaan distributor nasional untuk wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

Pengetahuan dan pengalamannya itu ia terapkan di PTAR. Timbal baliknya, PTAR juga mengembangkan diri karyawannya. Buktinya, Dedy Bugis pernah mengikuti pelatihan event management secara gratis.

Karyawan PTAR mendapat akses ke berbagai kursus pelatihan dan peluang untuk memperoleh sertifikasi pemerintah dalam berbagai keterampilan, termasuk pengoperasian peralatan, yang mendukung pekerjaan.

“Pelatihan event management yang waktu itu saya ikuti sangat berdampak ke peningkatan skill saya, yang kemudian bisa saya aplikasikan ke pekerjaan,” ucapnya.

PTAR tidak memandang sebelah mata potensi masyarakat lokal. Perusahaan berdedikasi menyediakan peluang kerja bagi masyarakat lokal di Tambang Emas Martabe. Sejak awal proyek, tujuan PTAR mempekerjakan setidaknya 70% penduduk lokal.

Dedy Bugis merasa senang dan bersyukur karena pagi sampai sore ia menjalankan pekerjaannya sebagai karyawan Martabe, lantas sore sampai pagi berbaur dengan masyarakat dan keluarga.
“Saya bersyukur bekerja di PTAR. Ini semua tidak terlepas dari doa orangtua tercinta dan juga pendidikan serta pengalaman yang saya miliki,” kata Dedy.

Sesuai nama belakangnya, keluarga Dedy Bugis memang berasal dari Bugis. Namun, mereka sudah hijrah ke Batangtoru dan berkontribusi besar di tanah Batangtoru. Kakek dari Dedy salah satu warga lama di Aek Pining dan ikut membangun Desa Aek Pining. Beliau juga ikut berperan dalam mendirikan masjid Al-Abror, masjid pertama di Aek Pining.

Menjadi karyawan lokal PTAR yang berdomisili di lingkar tambang merupakan hal yang istimewa bagi Dedy. Sebab, ia bisa menjadi jembatan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, termasuk warga di tempat tinggalnya. Misalnya saja, Dedy memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai penerimaan karyawan PTAR yang mengutamakan masyarakat lokal dan peningkatan kualitas skill karyawan lokal yang dilakukan PTAR.

Ia juga merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan warga dengan PTAR. Jika ada aspirasi atau kebutuhan di tengah masyarakat, warga kerap menceritakannya ke Dedy karena mereka tahu Dedy adalah representasi PTAR.

“Kadang ada warga yang butuh fasilitas publik. Biasanya saya lihat dulu apakah itu sebuah kebutuhan atau tidak. Kalau itu memang betul dibutuhkan warga, ya saya bantu menyampaikannya ke perusahaan melalui tim Community Relations,” kata Dedy.

Juga sebagai jembatan penghubung, Dedy kerap memberikan penjelasan terhadap isu-isu miring yang berkembang di masyarakat. Ia akan menjelaskannya secara objektif, sesuai data dan fakta.

Dedy berharap ke depan program-program di PTAR yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal tetap berjalan dan semakin optimal.

Pemberdayaan masyarakat lokal sudah dan terus dilakukan PTAR dalam bentuk penyediaan lapangan kerja di Tambang Emas Martabe. Imbasnya akan sangat luar biasa. Tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi dan kualitas hidup karyawan dan keluarga karyawan, tetapi juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Harapannya, setelah tambang Martabe tidak lagi beroperasi, masyarakat lokal sudah mandiri dan mampu berkompetisi secara sehat untuk mendapatkan peluang di wilayah lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here