PELATIHAN PERAWATAN MANDIRI PASIEN DM LUKA KAKI DIABETIK DENGAN PEMANFAATAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
KEGIATAN BANTUAN PENDANAAN PROGRAM PENELITIAN KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DAN PENGABDIAN MASYARAKAT BERBASIS HASIL PENELITIAN PTS

“PELATIHAN PERAWATAN MANDIRI PASIEN DM LUKA KAKI DIABETIK DENGAN PEMANFAATAN REBUSAN DAUN JAMBU BIJI”

Oleh :
Yanna Wari Harahap, M.P.H
Nurlaila, S.Pd., M.M
Khairunnisa Butar-Butar, S.Pd., M.Ds

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik dan menjadi masalah global. Salah satu komplikasi yang muncul pada klien diabetes mellitus adalah luka kaki diabetik. Probabilitas terjadinya luka kaki diabetik mencapai angka 15%; 60-80% diantaranya sembuh, sedangkan 5-24% sisanya harus menjalani amputasi. Langkah awal dalam perawatan luka kronik adalah menyiapkan dasar luka (wound bed preparation). Persiapan dasar luka melalui prinsip 3 M yaitu mencuci luka (wound cleansing), membuang jaringan nekrotik pada luka, memilih topical therapy yang tepat.

Program Penelitian Kebijakan MBKM dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS kerjasama Universitas Aufa Royhan dengan Ditjen Dikti Ristek Tahun 2021 melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul pengabdian “Pelatihan Perawatan Mandiri Pasien Dm Luka KakiDiabetik Dengan Pemanfaatan Rebusan Daun Jambu Biji”. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan implementasi dari hasil penelitian Universitas Aufa Royhan terkait upaya penyelesaian luka pada pasien Diabetes Melitus dengan pemanfaatan bahan alami yaitu Daun jambu biji. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa daun jambu dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka dalam mengatasi tingkat malodor pada luka kaki diabetik.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilakukan oleh Dosen Universitas Aufa Royhan yaitu Yanna Wari Harahap, M.P.H, Nurlaila, M.M, dan Khairunnisa Butar-Butar, S.Pd., M.Ds yang melibatkan mahasiswa dan Mitra yaitu Puskesmas Sidangkal dan Praktek Bidan Mandiri Masnawati.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat diawali dengan persiapan bersama dengan mitra sejak 18 Desember 2021 hingga realisasi pelaksanaan sampai tanggal 25 Desember 2021. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan penyuluhan di Puskesmas Sidangkal dan home visit.

Pelaksanaan Penyuluhan di Puskesmas dilakukan dengan meteode ceramah dan demonstrasi tentang Diabetes Melitus dan Pelatihan Perawatan Mandiri Pasien DM luka kaki diabetik dengan pemanfaatan rebusan daun jambu biji. Begitu juga dengan home visit dilakukan dengan penyampaian informasi dan bentuk pelatihan yang sama.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat dibuka oleh Kepala Puskesmas Sidangkal oleh Ibu Junita Siregar, SKM.,M.Kes. Pada saat penyuluhan dan pelatihan berlangsung dengan hikmat dan masyarakat antusias mengikuti kegiatan.

Informasi yang diberikan saat pelaksanaan kegiatan meliputi Penjelasan Diabetes Melitus (Pengertian, Gejala DM, Faktor Risiko DM, Upaya Pencegahan DM, Perawatan Luka DM) dan Demonstrasi Pelatihan Perawatan Luka Kaki DM menggunakan Rebusan Daun Jambu Biji.

Saat penyampaian materi Bapak Ns. Adi Antoni, M.Kep selaku pemateri saat itu mengatakan “bahan pencuci luka biasanya yang digunakan adalah cairan NaCl, nah selain itu ada bahan alami yang bisa kita gunakan yaitu rebusan daun jambu biji, kalau menggunakan rebusan ini bau dari luka DM itu juga hilang……” paparnya.

Respon masyarakat pada kegiatan yang diangkatkan oleh tim pengabdian Unviersitas Aufa Royhan sangat baik. Hal ini terlihat dari adanya beberapa pertanyaan yang muncul seperti pertanyaan masyarakat”

“Bagi kami yang telah menderita DM saat ini, apa upaya yang harus dilakukan agar kadar glukosa darah tidak meningkat dan tidak mengalami komplikasi?” Tanya salah satu masyarakat.

Pada kegiatan ini masyarakat juga menyampaikan bahwa rebusan daun jambu biji dapat digunakan sebagai cairan pencuci luka merupakan informasi baru bagi mereka. Dan juga menyampaikan agar TIM pengabdian masyarakat dapat lagi memberikan informasi baru seperti ini dilain waktu, tidak hanya pada penderita DM tapi juga tentang penyakit lain.

Ibu kepala Puskesmas dalam penyampaiannya juga menyatakan TIM Pengabdian masyarakat dari Univesitas Aufa Royhan harapannya dapat terus melakukan pengabdian untuk masyarakat di wilayah kerja puskesmas sidangkal berdasarkan hasil-hasil penelitian.

Pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan di Puskesmas diikuti oleh 35 orang masyarakat yang dibersamai 10 tenaga kesehatan puskesmas sidangkal. Kegiatan home visit dilakukan kepada 60 masyarakat, pada saat home visit TIM Pengabdian masyarakat didampingi oleh kader dan Bidan Masnawati yang merupakan mitra pengabdian ini.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here